BERITA / NEWS

Pembelajaran Jarak Jauh Sebuah Keniscayaan di Masa New Normal

Jakarta, BIZNEWS.ID - Pandemi COVID-19 secara tidak langsung telah membuat banyak perguruan tinggi  yang mengaplikasikan pembelajaran daring. Bahkan momentum pandemi COVID-19 ini memaksa banyak pihak untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring dalam waktu yang sangat cepat.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Aris Junaidi mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam era New Normal merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnnya setelah pandemi corona melanda tanah air, Menteri pendidikan dan kebudayaan dengan sigap mengeluarkan surat edaran bahwa seluruh pendidikan tinggi harus study from home sejak Maret tinggal akhir tahun 2020 melalui pembelajaran daring.

"Pendidikan Jarak Jauh juga diperkuat dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 7 tahun 2020 yang intinya pendidikan tinggi ada ditingkat perguruan tinggi, program studi dan mata kuliah," ujar Aris Junaidi dalam webinar dengan tema "Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca Covid 19" Rabu (1/07/2020).

Dipandu moderator Dosen/Presenter KompasTV Woro Windrati, Webinar juga menampilkan beberapa narasumber diantaranya Prof. Dr. Martani - Ketua STIKOM InterStudi Jakarta, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP - Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dan Dr. (Cand.) Usman Kansong, M.Si - Direktur Pemberitaan Media Indonesia

Menurut Aris Junaidi, Kemendikbud telah menyiapkan enam langkah dalam penyelenggaraan PJJ diantaranya dengan Menyediakan platform pembelajaran daring untuk dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dan mengakses sumber pembelajaran dari perguruan tinggi lain di https://spada.kemdikbud.go.id

Bekerjasama dengan provider telekomunikasi untuk menyediakan akses internet gratis/berbiaya murah bagi dosen dan mahasiswa. Bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan online resources, DIKTI menyediakan https://kuliahdaring.kemdikbud.go.id. Platform ini adalah bentuk kerjasama dan dukungan dari Google dalam mendukung implementasi pembelajaran daring.

Selain itu, memberikan Kesempatan untuk menyelenggarakan program pengakuan kredit antara universitas melalui pembelajaran daring. Melakukan Pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi dosen/civitas akademika untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan materi/konten pembelajaran daring. Dan secara berkelanjutan Pemanfaatan MOOC’s internasional.

Menurut Aris Junaidi, meski pembelajaran jarak jauh merupakan alternatif metode pembelajaran modern, namun tidak ada perbedaan perlakukan dalam proses penjaminan mutu antara pembelajaran daring dan pembelajaran luring atau tatap muka.

Sementara itu, terkait pembelajaran jarak jauh, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta kepada dikti agar Perlu menyiapkan langkah afirmatif dalam menghadapi kelemahaman manajemen di PTS sehingga ? Mahasiswa bisa tetap menjalankan pendidikannya ataupun kemampuannya untuk berwirausaha melalui daring. Selain itu ia meminta agar ? Program Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dapat diaplikasikan pada bidang humaniora. "Penelitian terhadap pandemic Covid-19 harus perlu menjadi perhatian khusus, " Tambah Hetifah.

Menurutnya, dengan diterapkannya kebijakan belajar daring beberapa bulan kebelakang, terdapat beberapa fenomena baru yang terjadi di dunia Pendidikan antara lain, Maraknya sharing session yang terjadi antar tenaga pengajar dan komunitas Pendidikan, Antusiasme yang begitu tinggi dari stakeholder  pendidikan untuk mengikuti seminarseminar online, Adanya Kesadaran yang tinggi dari orangtua akan sulitnya menjalankan profesi pengajar dan Meningkatnya kesadaran akan Pendidikan keorangtuaan (parenting) yang selama ini banyak terabaikan.

Praktisi media Usman Kansong dalam pemaparannya mengatakan pandemi covid-19 telah “memaksa” dunia pendidikan malaksanakan pembelajaran jarak jauh. Meski sebagian menganggap PJJ tidak efektif namun berdasarkan survei PJJ perguruan tinggi, sebagian besar menganggap pembelajaran jarak jauh keniscayaan.

"Pandemi covid 19 telah mengubah mindset pengajaran menjadi pembelajaran, dan belajar bisa di mana saja, dari siapa saja. Namun demikian perlu dilakukan kombinasi belajar daring dan belajar tatap muka, karena tidak semua pembelajaran efektif dilakukan secara daring, misalnya praktik laboratorium," ujar Direktur Pemberitaan Media Indonesia ini.

Menurutnya, kedepan Pemerintah dan perguruan tinggi perlu melakukan modifikasi, memperbaiki, meningkatkan  metode pembelajaran jarak jauh/daring.

Di waktu yang sama, Ketua STIKOM InterStudi Jakarta Martani Huseini mengatakan Wabah Covid 19 telah memunculkan Kampus "Merdeka" dimana terjadi efisiensi penyelenggaraan pembelajaran dari sisi waktu. Selain itu, terbuka peluang terjadinya pembelajaran lintas disiplin antar kampus, adanya kemudahan penyelengggaraan CEA dan baik mahasiswa dan dosen merasa aman karena bebas dari macet.

Meski menjadi sebuah alternatif, Namun PJJ bukan tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan PJJ tersebut diantaranya, kesiapan infrastruktur, supratruktur maupun SDMnya. Selain itu perlu adanya tata kelola baik dari sisi standarisasi maupun evaluasinya, perlunya ahli konten dari ahli komunikasi, diperlukan proses pelatihan yang kontinyu dan tersertifikasi serta kemauan yang keras dari lembaga untuk hijrah dari pembelajaran off line menjadi on line.

"Kita yakin dan optimis dikti bisa segera menyiapkan standarisasi dan tata kelola pembelajaran jarak jauh ini. Karena sudah banyak negara lain yang telah menjalankan hal yang sama. Kita bisa studi banding secara online," ujar Martani Huseini

Sebagai penyelenggara webninar Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca Covid 19, dalam closing statmennya Martani mengatakan adanya hikmah dibalik bencana covid 19 ini. "Covid 19 telah memaksa kita untuk masuk dalam sistim peradaban baru. Kita semua optimi bisa melewati masa pandemi ini. Yes.. we can," tutupnya.

 

Read More
Pandemi Covid 19 Mamaksa Dunia Pendidikan Laksanakan PJJ

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Praktisi media, Usman Kansong mengatakan, pandemi virus corona atau Covid-19 telah ‘memaksa’ dunia pendidikan malaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Meski sebagian menganggap PJJ tidak efektif, namun berdasarkan survei PJJ perguruan tinggi, sebagian besar menganggap pembelajaran jarak jauh keniscayaan.

“Pandemi covid 19 telah mengubah mindset pengajaran menjadi pembelajaran, dan belajar bisa di mana saja, dari siapa saja. Namun demikian perlu dilakukan kombinasi belajar daring dan belajar tatap muka, karena tidak semua pembelajaran efektif dilakukan secara daring, misalnya praktik laboratorium,” ujar Direktur Pemberitaan Media Indonesia dalam webinar dengan tema “Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca Covid-19” Rabu (1/07/2020).

Menurutnya, kedepan Pemerintah dan perguruan tinggi perlu melakukan modifikasi, memperbaiki, meningkatkan metode pembelajaran jarak jauh/daring.

Di waktu yang sama, Ketua STIKOM InterStudi Jakarta Martani Huseini mengatakan Wabah Covid 19 telah memunculkan Kampus ‘Merdeka’ dimana terjadi efisiensi penyelenggaraan pembelajaran dari sisi waktu. Selain itu, terbuka peluang terjadinya pembelajaran lintas disiplin antar kampus, adanya kemudahan penyelengggaraan CEA dan baik mahasiswa dan dosen merasa aman karena bebas dari macet.

“Meski menjadi sebuah alternatif, Namun PJJ bukan tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan PJJ tersebut diantaranya, kesiapan infrastruktur, supratruktur maupun SDMnya,” terangnya.

Selain itu, lanjut Martani, perlu adanya tata kelola baik dari sisi standarisasi maupun evaluasinya, perlunya ahli konten dari ahli komunikasi, diperlukan proses pelatihan yang kontinyu dan tersertifikasi serta kemauan yang keras dari lembaga untuk hijrah dari pembelajaran off line menjadi on line.

“Kita yakin dan optimis dikti bisa segera menyiapkan standarisasi dan tata kelola pembelajaran jarak jauh ini. Karena sudah banyak negara lain yang telah menjalankan hal yang sama. Kita bisa studi banding secara online,” ujarnya lagi.

Sebagai penyelenggara webninar Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca Covid-19, dalam closing statmennya Martani mengatakan adanya hikmah dibalik bencana Covid-19 ini.

“Covid 19 telah memaksa kita untuk masuk dalam sistim peradaban baru. Kita semua optimi bisa melewati masa pandemi ini. Yes.. we can,” tutupnya. (CS)

Read More
Pandemi Covid 19 Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Keniscayaan

PANDEMI virus korona atau covid-19 telah membuat banyak perguruan tinggi yang mengaplikasikan pembelajaran daring. Bahkan momentum pandemi covid-19 memaksa banyak pihak untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring dalam waktu yang sangat cepat.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Aris Junaidi mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam era New Normal merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnnya setelah pandemi corona melanda tanah air, Menteri pendidikan dan kebudayaan dengan sigap mengeluarkan surat edaran bahwa seluruh pendidikan tinggi harus study from home sejak Maret tinggal akhir tahun 2020 melalui pembelajaran daring.

"Pendidikan Jarak Jauh juga diperkuat dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 7 tahun 2020 yang intinya pendidikan tinggi ada ditingkat perguruan tinggi, program studi dan mata kuliah," ujar Aris Junaidi dalam webinar dengan tema "Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca-Covid-19", Rabu (1/7).

Dipandu moderator Woro Windrati, Webinar juga menampilkan beberapa narasumber di antaranya Ketua STIKOM InterStudi Jakarta Prof Dr Martani Huseini, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr Ir Hetifah Sjaifudian, MPP, dan Direktur Pemberitaan Media Indonesia Dr (Cand) Usman Kansong, M.Si.

Menurut Aris Junaidi, Kemendikbud telah menyiapkan enam langkah dalam penyelenggaraan PJJ diantaranya dengan Menyediakan platform pembelajaran daring untuk dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dan mengakses sumber pembelajaran dari perguruan tinggi lain di https://spada.kemdikbud.go.id

Bekerja sama dengan provider telekomunikasi untuk menyediakan akses internet gratis/berbiaya murah bagi dosen dan mahasiswa. Bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan online resources, DIKTI menyediakan https://kuliahdaring.kemdikbud.go.id. Platform ini adalah bentuk kerjasama dan dukungan dari Google dalam mendukung implementasi pembelajaran daring.

Selain itu, memberikan kesempatan untuk menyelenggarakan program pengakuan kredit antara universitas melalui pembelajaran daring. Melakukan Pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi dosen/civitas akademika untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan materi/konten pembelajaran daring. Dan secara berkelanjutan Pemanfaatan MOOC’s internasional.

Menurut Aris Junaidi, meski pembelajaran jarak jauh merupakan alternatif metode pembelajaran modern, namun tidak ada perbedaan perlakukan dalam proses penjaminan mutu antara pembelajaran daring dan pembelajaran luring atau tatap muka.

Sementara itu, terkait pembelajaran jarak jauh, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta kepada Dikti agar menyiapkan langkah afirmatif dalam menghadapi kelemahaman manajemen di PTS sehingga mahasiswa bisa tetap menjalankan pendidikan ataupun kemampuan untuk berwirausaha melalui daring.

Read More
Pembelajaran Jarak Jauh Sebuah Keniscayaan di Masa New Normal

BERITAJABAR.ID - Jakarta, Pandemi COVID-19 secara tidak langsung telah membuat banyak perguruan tinggi  yang mengaplikasikan pembelajaran daring. Bahkan momentum pandemi COVID-19 ini memaksa banyak pihak untuk beradaptasi dengan pembelajaran daring dalam waktu yang sangat cepat.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud Aris Junaidi mengatakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam era New Normal merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnnya setelah pandemi corona melanda tanah air, Menteri pendidikan dan kebudayaan dengan sigap mengeluarkan surat edaran bahwa seluruh pendidikan tinggi harus study from home sejak Maret tinggal akhir tahun 2020 melalui pembelajaran daring.

"Pendidikan Jarak Jauh juga diperkuat dengan diterbitkannya Permendikbud Nomor 7 tahun 2020 yang intinya pendidikan tinggi ada ditingkat perguruan tinggi, program studi dan mata kuliah," ujar Aris Junaidi dalam webinar dengan tema "Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca Covid 19" Rabu (1/07/2020).

Dipandu moderator Dosen/Presenter KompasTV Woro Windrati, Webinar juga menampilkan beberapa narasumber diantaranya Prof. Dr. Martani - Ketua STIKOM InterStudi Jakarta, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP - Wakil Ketua Komisi X DPR-RI dan Dr. (Cand.) Usman Kansong, M.Si - Direktur Pemberitaan Media Indonesia

Menurut Aris Junaidi, Kemendikbud telah menyiapkan enam langkah dalam penyelenggaraan PJJ diantaranya dengan Menyediakan platform pembelajaran daring untuk dimanfaatkan oleh perguruan tinggi dan mengakses sumber pembelajaran dari perguruan tinggi lain di https://spada.kemdikbud.go.id

Bekerjasama dengan provider telekomunikasi untuk menyediakan akses internet gratis/berbiaya murah bagi dosen dan mahasiswa. Bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan online resources, DIKTI menyediakan https://kuliahdaring.kemdikbud.go.id. Platform ini adalah bentuk kerjasama dan dukungan dari Google dalam mendukung implementasi pembelajaran daring.

Selain itu, memberikan Kesempatan untuk menyelenggarakan program pengakuan kredit antara universitas melalui pembelajaran daring. Melakukan Pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi dosen/civitas akademika untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan materi/konten pembelajaran daring. Dan secara berkelanjutan Pemanfaatan MOOC’s internasional

Menurut Aris Junaidi, meski pembelajaran jarak jauh merupakan alternatif metode pembelajaran modern, namun tidak ada perbedaan perlakukan dalam proses penjaminan mutu antara pembelajaran daring dan pembelajaran luring atau tatap muka.

Sementara itu, terkait pembelajaran jarak jauh, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta kepada dikti agar Perlu menyiapkan langkah afirmatif dalam menghadapi kelemahaman manajemen di PTS sehingga ? Mahasiswa bisa tetap menjalankan pendidikannya ataupun kemampuannya untuk berwirausaha melalui daring. Selain itu ia meminta agar ? Program Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dapat diaplikasikan pada bidang humaniora. "Penelitian terhadap pandemic Covid-19 harus perlu menjadi perhatian khusus, " Tambah Hetifah.

Menurutnya, dengan diterapkannya kebijakan belajar daring beberapa bulan kebelakang, terdapat beberapa fenomena baru yang terjadi di dunia Pendidikan antara lain, Maraknya sharing session yang terjadi antar tenaga pengajar dan komunitas Pendidikan, Antusiasme yang begitu tinggi dari stakeholder  pendidikan untuk mengikuti seminarseminar online, Adanya Kesadaran yang tinggi dari orangtua akan sulitnya menjalankan profesi pengajar dan Meningkatnya kesadaran akan Pendidikan keorangtuaan (parenting) yang selama ini banyak terabaikan

Praktisi media Usman Kansong dalam pemaparannya mengatakan pandemi covid-19 telah “memaksa” dunia pendidikan malaksanakan pembelajaran jarak jauh. Meski sebagian menganggap PJJ tidak efektif namun berdasarkan survei PJJ perguruan tinggi, sebagian besar menganggap pembelajaran jarak jauh keniscayaan.

"Pandemi covid 19 telah mengubah mindset pengajaran menjadi pembelajaran, dan belajar bisa di mana saja, dari siapa saja. Namun demikian perlu dilakukan kombinasi belajar daring dan belajar tatap muka, karena tidak semua pembelajaran efektif dilakukan secara daring, misalnya praktik laboratorium," ujar Direktur Pemberitaan Media Indonesia ini.

Menurutnya, kedepan Pemerintah dan perguruan tinggi perlu melakukan modifikasi, memperbaiki, meningkatkan  metode pembelajaran jarak jauh/daring. 

Di waktu yang sama, Ketua STIKOM InterStudi Jakarta Martani Huseini mengatakan Wabah Covid 19 telah memunculkan Kampus "Merdeka" dimana terjadi efisiensi penyelenggaraan pembelajaran dari sisi waktu. Selain itu, terbuka peluang terjadinya pembelajaran lintas disiplin antar kampus, adanya kemudahan penyelengggaraan CEA dan baik mahasiswa dan dosen merasa aman karena bebas dari macet.

Meski menjadi sebuah alternatif, Namun PJJ bukan tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan PJJ tersebut diantaranya, kesiapan infrastruktur, supratruktur maupun SDMnya. Selain itu perlu adanya tata kelola baik dari sisi standarisasi maupun evaluasinya, perlunya ahli konten dari ahli komunikasi, diperlukan proses pelatihan yang kontinyu dan tersertifikasi serta kemauan yang keras dari lembaga untuk hijrah dari pembelajaran off line menjadi on line. 

"Kita yakin dan optimis dikti bisa segera menyiapkan standarisasi dan tata kelola pembelajaran jarak jauh ini. Karena sudah banyak negara lain yang telah menjalankan hal yang sama. Kita bisa studi banding secara online," ujar Martani Huseini

Sebagai penyelenggara webinar Normalisasi Kehidupan Kampus Pasca Covid 19, dalam closing statmennya Martani mengatakan adanya hikmah dibalik bencana covid 19 ini. "Covid 19 telah memaksa kita untuk masuk dalam sistim peradaban baru. Kita semua optimi bisa melewati masa pandemi ini. Yes.. we can," tutupnya. (atur)

Read More

What people say?

InterStudi Minoritas Berkualitas

mri

Interstudi Programs

Menyelenggarakan berbagai bidang pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk memenuhi berbagai kesempatan kerja sesuai dengan perkembangan dunia usaha dan teknologi di era globalisasi.
SEKOLAH TINGGI ILMU KOMUNIKASI INTERSTUDI (STIKOM)

Kegiatan komunikasi mempengaruhi hampir seluruh kehidupan kita. Baik kehidupan pribadi, kehidupan bermasyarakat, berbisnis bahkan bernegara. Oleh karenanya membangun komunikasi yang baik dengan publik internal dan eksternal di setiap organisasi membutuhkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan komunikasi dari pelakunya. Humas (Public Relations) diakui sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis dengan publik, menciptakan kepercayaan dan meningkatkan citra perusahaan. Periklanan (Advertising) diharapkan bisa berperan dalam mengomunikasikan produk atau jasa kepada publik melalui integrasi iklan dalam Integrated Marketing Communication (IMC), sementara dunia penyiaran (Broadcasting) sangat efektif untuk menjangkau komunikasi yang lebih luas melalui media radio dan televisi, sedangkan pemahaman tentang Komunikasi Bisnis sangat diperlukan bagi mereka calon marketer, eksekutif, maupun yang ingin menjadi Entrepreneur (wirausaha).

 

Visi :

“Menjadi program studi terkemuka serta diakui sebagai pusat unggulan pengembangan Ilmu Komunikasi yang menghasilkan tenaga profesional, akademik, dan riset dalam industri kreatif pada tahun 2020”

Misi :

1.Menyiapkan peserta didik dan tenaga pengajar yang profesional untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang komunikasi     yang mampu bersaing secara nasional dalam industrii kreatif.
2.Mendidik calon praktisi dan akademisi komunikasi yang kompetitif dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan industri kreatif.
3.Menumbuhkembangkan penelitian dasar dan terapan ilmu komunikasi dalam    masyarakat dan industri kreatif.

Tujuan:

1.Menghasilkan sumberdaya manusia di bidang komunikasi yang diperlukan oleh     masyarakat dan industri kreatif.
2.Mendidik calon praktisi dan akademisi komunikasi yang kompetitif dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan industri kreatif.
3.Menerbitkan publikasi ilmiah yang berbasis riset dasar dan terapan dalam ilmu komunikasi dan industri kreatif.

Sasaran:

1.Menghasilkan lulusan profesional di bidang komunikasi yang mampu memenuhi  kebutuhan dunia usaha, pemerintahan, akademisi dan komunitas.
2.Menyiapkan sumberdaya manusia yang profesional dalam melaksanakan Tri Dharma  Perguruan Tinggi di bidang komunikasi yang mampu bersaing secara nasional.
3.Meningkatkan kualitas dan kuantitas luaran penelitian dan pengabdian masyarakat  di bidang ilmu komunikasi.

Program S1 :

Public Relations | Advertising | Broadcasting | Business Communication

Program S2 :

Strategic Communication | Entertainment Communication

Fasilitas :

Perpustakaan | Ruang Ibadah | Lab. Komputer | Auditorium | Studio TV | Studio Radio | Studio Editing | Studio Fotografi | Wi-Fi | Kantin

Kampus STIKOM :

Jl. Wijaya II No. 62
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T. (021) 7262111
F. (021) 72798060

SEKOLAH TINGGI DESAIN INTERSTUDI (STDI)

STDI PROFILE

Pada tahun 2007 InterStudi mendirikan Sekolah Tinggi Desain InterStudi (STDI) yang merupakan Sekolah Tinggi dibidang Desain pertama di Jakarta, dimana lulusannya berhak menyandang gelar Sarjana Desain (S.Ds). Profesi desainer selalu menarik, tidak saja karena kemampuannya membuat berbagai produk seperti rumah tinggal, kemasan, busana, dsb, tampak atraktif, tapi juga memberikan nilai-nilai estetika yang menyenangkan terutama dilihat dari sisi keindahan dan kenyamanan (comfort & beauty). Disamping itu prospek karirnya juga cukup terbuka dan menantang, itulah yang membuat pendidikan dibidang desain semakin diminati.

Visi:

Menjadikan Sekolah Tinggi Desain InterStudi (STDI) sebagai Perguruan Tinggi yang berkualitas, memiliki keunggulan kompetitif dan antisipasif terhadap dinamika desain kini dan masa mendatang serta memiliki kompetensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan desain

Misi:

  1. Mencetak tenaga terampil dan praktisi desain yang profesional di bidangnya, mampu berfikir secara ilmiah dan berwawasan luas
  2. Dapat bekerja mandiri dan berwirausaha dalam berkarya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.

Program S1

Desain Komunikasi Visual, Desain Multimedia, Desain Interior, Desain Busana

Fasilitas:
Perpustakaan, Lab. Komputer, Lab. Macintosh, Studio Workshop, Studio Fotografi, Ruang Ibadah, Ruang Praktika, Wi-Fi, Kantin

Kampus STDI

Jl. Kapten Tendean No.2
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T. (021) 71793985
F. (021) 71790477

AKADEMI SEKRETARI INTERSTUDI (AKSEK)

AKSEK PROFILE

Akademi Sekretari (AKSEK) InterStudi adalah perguruan tinggi yang pertama berdiri dibawah naungan InterStudi. Diawali dengan penyelenggaraan studi kesekretarisan program 6 bulan yang kemudian diselenggarakan juga program 1 tahun. Hingga pada tahun 1998 diselenggarakan program D3 kesekretarisan seiring dengan perkembangan dan kebutuhan tenaga sekretaris.

AKSEK InterStudi telah memperoleh Akreditasi dari BAN-PTS, dan telah menghasilkan ribuan alumni yang telah bekerja di berbagai perusahaan. AKSEK InterStudi diasuh oleh praktisi dan akademisi yang menjamin mutu pendidikan dan lulusan. Didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, serta kegiatan mahasiswa yang beragam seperti Secretarial Camp, paduan suara, kesenian, olah raga, dll.

Visi :

Menjadi Akademi Sekretari terkemuka, konsisten dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan global

Misi :

Melaksanakan pendidikan sekretari secara profesional seiring dengan perkembangan dunia usaha dan teknologi dalam era globalisasi melalui kurikulum berbasis kompetensi.

Program yang diselenggarakan :

Diploma 3, Diploma 1, 6 Bulan, 3 Bulan

Fasilitas :

Perpustakaan, Lab. Komputer, Lab. Perkantoran, Ruang Ibadah, Wifi, Kantin

Kampus AKSEK

Jl. Bulungan No.6
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T. (021) 7250437
F. (021) 7257128

PELATIHAN

PELATIHAN PROFILE

InterStudi mengadakan berbagai program Pelatihan/Pendidikan Praktis, yang telah berjalan sejak tahun 1982. Jenis-jenis program yang diselenggarakan terus bertambah dan berkembang, karena disesuaikan dengan kebutuhan yang terus berubah dari waktu ke waktu. Masa studi yang diselenggarakan beragam, dari program diploma 1 tahun, hingga program singkat 2 hari

Lokasi lokasi studi berada di tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau. Program pelatihan ini merupakan pilihan yang tepat bagi seseorang yang ingin mengembangkan diri, karena penggunaan kurikulum yang tepat guna serta pengajar yang kompeten di bidangnya.

Selain itu InterStudi juga memiliki Divisi InHouse Training yang disiapkan khusus untuk mengadakan training dan short course bagi suatu perusahaan atau organisasi. Bisa dipilih berbagai program studi yang sudah ada, atau bahkan ‘Tailor Made’ dimana InterStudi menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Program InHouse Training ini sangat fleksibel, karena waktu dan tempat studi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Berbagai perusahaan atau organisasi pemerintah dan swasta yang tidak hanya berbasis di Jakarta tetapi juga di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan mempercayakan InterStudi untuk melaksanakan training bagi karyawannya.

Fasilitas :

  • Ruang studi ber – AC
  • Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau
  • Laboratorium komputer
  • Staf Pengajar Akademisi & Praktisi yang ahli dibidangnya
  • Bursa Kerja InterStudi membantu penempatan kerja lulusannya
  • Telah memperoleh beberapa penghargaan sebagai Lembaga Pelatihan Berprestasi
  • Free Internet (Wifi)

Informasi & Tempat Studi :
Cabang Bulungan
Jl. Bulungan No.6 (Depan SMU 70)
Kebayoran Baru. Jakarta Selatan
Telp. (021) 7250437
Fax. (021) 7258273

Cabang Sunda
Jl. Sunda No.7 Lt.IV (Samping Sarinah)
Menteng. Jakarta Pusat
Telp. (021) 3150105
Fax (021) 3102463

MAGISTER ILMU KOMUNIKASI Pascasarjana S2

STRATEGIC COMMUNICATION

Mengembangkan kemampuan mahasiswa menerapkan ilmu yang telah diperoleh pada level sebelumnya (S1) dengan membekali penerapannya pada area praktis: Institusi pemerintahan, dunia usaha, organisasi non profit, maupun pengembangan strategi komunikasi untuk mendukung kebutuhan politik, personal maupun organisasi.

Peminatan

  • Corporate Communication
  • Integrated Marketing Communication

PROGRAM S2 (Pascasarjana)

MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Konsentrasi :

STRATEGIC COMMUNICATION
(Corporate Communication, Integrated  Marketing Communication, Manajemen Multimedia, Manajemen Komunikasi Politik).

Waktu Studi :
Seminggu 3 kali (18.30 – 20.45)
Kelas khusus Sabtu (08.00 – 16.00)

ENTERTAINMENT COMMUNICATION

Pemahaman tentang berbagai konsep, teori dan kasus dalam industri entertainment dikaitkan dengan struktur industri media komunikasi baik media cetak, media elektronik dan bentuk media modern lainnya, Bisnis entertainment merupakan driving force bagi tata ekonomi dunia baru. Para ilmuwan sosial memandang perlu mengkaji aspek psikologs dalam konteks bisnis ini. Oleh karenanya peserta mendapat kesempatan untuk mendalami dan memahami teori psikologi yang dikaitkan dengan media massa, marketing, serta menerapkannya dalam dunia entertainment.

Waktu Perkuliahan

Kelas Malam, Senin, Rabu & Jumat
18.30 – 20.45 (1 sesi)
Kelas Khusus Sabtu
08.00 – 16.00 (3 sesi)

Lokasi :
Kampus STIKOM InterStudi.
Jl. Wijaya II No.62,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
T. (021) 7395305
F. (021) 7395726

 

PUBLIC RELATIONS

Program S1

InterStudi merupakan salah satu perintis dan pelopor pendidikan Public Relations di Indonesia. Profesi PR akan terus diminati karena terus dibutuhkan oleh berbagai perusahaan dalam upaya meningkatkan kepercayaan dan citranya. Peran dan fungsi PR diperlukan oleh hampir
di seluruh organisasi dan perusahaan

Peminatan:
Corporate Communication , Public Relations Political Campaign, Marketing Public Relations

Mata kuliah antara lain:
Cyber PR, Corporate Social Responsibility, Integrated Marketing Communication, Lobi & Negosiasi, MC & Protokoler, Media & Press Relations, Opini Public & Pembentukan Citra, Event Organizer, Public Speaking, Manajemen Isu & Krisis, dll

Prospek Karir:
Staf PR/Humas Perusahaan (PR Officer), Press Relations Officer, Guest/Tenant Relations, Customer Service, Event Organizer, dll

 

Kelas Eksekutif (Program S1)

Tepat bagi yang sedang bekerja. Dimungkinkan selesai dalam waktu 3,5 tahun.

Waktu Perkuliahan
Seminggu 3 (tiga) kali pertemuan. pukul 18.00 – 21.00.